Minggu, 23 Februari 2014

CV. KURNIA CANDRA

             CV. KURNIA CANDRA merupakan suatu usaha yang bergerak di bidang pembibitan ataupun pembenihan, dan beralamat di Jl. Tengku Umar no.88 Semarang, Jawa Tengah. Produk yang kami tawarkan adalah benih dalam bentuk kemasan, namun kami juga melayani permintaan bibit.
§  Komoditas
Komoditas yang kami pasarkan adalah :
·        Buah
a.     Semangka
b.    Timun
c.     Tomat
d.     Melon
·        Sayuran
a.     Kacang Panjang
b.    Kubis
c.     Brokoli
d.     Sawi
e.     Cabai
f.       Buncis

§  quality control
quality control adalah kombinasi semua alat dan teknik yang di gunakan untuk mengontrol kualitas suatu produk dengan biaya se-ekonomis mungkin untuk memenuhi syarat pesanan. quality control bertujuan untuk menjaga dan mengarahkan agar kualitas produk perusahaan dapat di pertahankan sesuai dengan renacna, agar dapat memuaskan konsumen. Quality Control di yang kami lakukan meliputi :
           a.     Pengambilan sampel
           b.    Pengujian Kadar Air
           c.     Pengujian kemurnian benih
           d.     Pengujian daya kecambah
Setelah proses Quality Control, hal terakhir yang di lakukan ialah Packing. Packing itu sendiri adalah pengemasan suatu produk kedalam kemasan yang telah di tentukan, dengan tujuan :
1.      Mengawetkan produk yang di kemas
2.     Mencegah atau mengurangi kerusakan produk
3.     Mempercantik produk

§  Penanganan limbah
Limbah adalah buangan yang di hasilkan dari suatu proses poroduksi,baik limbah cair maupun limbah padat. Oleh karna itu untuk mengurangi/ menanggulangi pencemaan lingkungan perlu di lakukan penangan limbah. Untuk  limbah padat seperti, sisa kemasan pestisida, obat-obatan, sampah domestik karyawan, dan lain-lain, di kumpulkan ke tempat pembakaran untuk dip roses langsung (di bakar). Sedangkan untuk limbah cair, pencucian perlatan produksi dan pencucian benih, di alirkan ke tempat pembuangan. Perawatan preventif terhadap lingkungan pun dilakukan setiap bulan juni-juli, dengan pengujian air, udara, dan bakteri, oleh Dinas Kesehata Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, perusahaan ini mempunyai dokumen tentang penanganan limbah, yaitu :
  Ø SPPL (Surat Pemantauan dan Pengelolaan 
             Lingkungan Hidup)
  Ø PPLH
  Ø AMDAL

§  HRD dan standar pegawai
      Standar pegawai di CV. KURNIA CANDRA, untuk tingkat pendidikan meliputi berbagai disiplin ilmu seperti, pertanian, ekonomi, psikolog,dll. Untuk karyawan, pendidikan minimal adalah SMA/SMK.


§  Produk hasil olahan dan sasaran pemakai 
    local/ekspor/impor
      Produk hasil olahan berupa benih dalam kemasan yang siap disemai. Sasaran pemakai lokal adalah petani, perusahaan, dan perseorangan sedangkan sasaran pemakai ekspor adalah penduduk Taiwan.


§  System pemasaran produk/jasa
        ·        Strategi produk
Jenis produk yang akan dijual disuatu pasar 
berdasarkan informasi dari teknisi marketing 
didaerah tersebut.
        ·        Strategi harga
Membuat harga standar yang tidak memberatkan 
toko dan petani.
        ·        Strategi promo
Promosi dilakukan melalui trial oleh teknisi marketing 
dipetani , beberapa cara antara lain iklan, spanduk, 
kalender, PPL, dan lain-lain.
        ·        Strategi distribusi
Distribusi dilakukan melalui toko pertanian ke petani. 
Untuk perantara perusahaan dan toko, perusahaan 
menggunakan biro.

Kamis, 12 Desember 2013

TUGAS TINGKAT IV PT KNOWN-YOU SEED WONOSOBO INDONESIA



1.    Komoditas perusahaan tempat P.I 

► Pada PT. Known You Seed Indonesia, memiliki bebrapa 
     farm, yaitu
     Farm Wonosobo : komoditas yang di tanam adalah 
                                      timun, kaacang panjang, dan tomat.
     Farm Banjarnegara : komoditas yang di tanam adalah 
                                           melon, kacang panjang



2.    Penanganan QC perusahaan tempat P.I
► Penangan QC di PT. Known You Seed Indonesia adalah
     dengan mengadakan:
                a.    Pengambilan sampel
                b.    Pengujian Kadar Air
                c.    Pengujian kemurnian benih
                d.    Pengujian daya kecambah


3.    Penanganan limbah tempat P.I 

 ► Penanganan limbah di PT. Known You Seed Indonesia 
      untuk limbah padat seperti, sisa kemasan pestisida dan 
      obat-obatan beserta bahan-bahan lainnya di kumpulkan
      di tempat pembakaran kemudian di proses langsung 
      (di bakar). Untuk limbah cair : pencucian peralatan 
      produksi dan pencucian benih di alirkan ke tempat 
      pembuangan.



4.    HRD dan standar pegawai perusahaan tempat P.I
► Standar pegawai di PT. Known You Seed Indonesia,
     untuk tingkat pendidikan meliputi berbagai disiplin 
     ilmu seperti, pertanian, ekonomi, psikolog,dll. 
     Untuk karyawan, pendidikan minimal adalah SMA/SMK.



5.    Produk hasil olahan dan sasaran pemakai local/ekspor/impor perusahaan tempat P.I
► Produk hasil olahan berupa benih dalam kemasan yang 
     siap disemai. Sasaran pemakai lokal adalah petani, 
     perusahaan, dan perseorangan, sedangkan sasaran 
     pemakai ekspor adalah penduduk Taiwan.



6.    System pemasaran produk/jasa tempat P.I
          a.    Strategi produk
         Jenis produk yang akan dijual disuatu pasar berdasarkan 
         informasi dari teknisi marketing didaerah tersebut.

         b.    Strategi harga
         Membuat harga standar yang tidak memberatkan toko 
         dan petani.  


         c.    Strategi promo
         Promosi dilakukan melalui trial oleh teknisi marketing
         dipetani, beberapa cara antara lain iklan, spanduk, 
         kalender, PPL, dan lain-lain.

        d.    Strategi distribusi
        Distribusi dilakukan melalui toko pertanian ke petani.
        Untuk perantara perusahaan dan toko, 
        perusahaan menggunakan biro.

Rabu, 15 Mei 2013

Kultur Jaringan Tanaman Tebu



        Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman penting yang bernilai ekonomi tinggi, dipakai sebagai bahan baku utama penghasil gula pasir. Pemerintah telah mencanangkan swasembada gula pada tahun 2014. Untuk mencapai sasaran swasembada, salah satu faktor penting adalah perluasan areal. Yang dimaksud dengan kultur jaringan adalah kegiatan laboratories untuk menumbuhkan tanaman pada media agar-agar yang pada periode selanjutnya akan menjadi individu baru yang dapat ditanam di lapang.
 

a. Tahapan kegiatan kultur jaringan
    1. Pembuatan media
        Media tanam yang dibuat adalah media MS I dan MS II. Perbedaan utama antara MS I 
        dan II adalah :
        MS I  → Sucrosa; 2,4 D; digunakan untuk media pembentukan kallus; ± 15 cc.
        MS II → Gula pasir; IAA; digunakan untuk media differensiasi planlets; ± 25 cc.
   2. Pengambilan pucukan
       Dari pucukan, ruas paling bawah yang diambil.
 Gambar 10. Pucukan
   3.Pengelupasan pucukan
      Pengelupasan pucukan bertujuan untuk mempermudah pengambilan dan pemotongan 
      ekplant. ± 20 cm dari ruas terakhir.
Gambar 11. Pengelupasan pucukan
  
  4.Pemotongan ekplant
     Pucuk tebu yang berumur 5 bulan dipotong-potong diatas titik tumbuhnya dengan ukuran 
     0,5 cm. 

Gambar 12. Pemotongan ekplant 
  5. Penanaman pucukan (ekplant)
      Penanaman pucuk tebu yang telah dipotong-potong ke dalam media MS I. Hal ini 
      dimaksudkan untuk mendapatkan kallus. Kallus adalah sel yang tumbuh dari irisan pucuk 
      (ekplant). Kallus yang didapat merupakan bahan tanam pada tahap defferensiasi. Waktu 
      untuk menumbuhkan kallus berkisar 1,5 – 2 bulan.
Gambar 13. Kallus
   6. Penanaman kallus (differensiasi)
      Tujuannya adalah untuk mendapatkan individu tanaman dari hasil penanaman kallus. Kallus 
      yang didapat dikeluarkan dari tabung MS I dan dipilih yang baik dan segar kemudian 
      dipotong kecil-kecil selanjutnya ditanam pada media MS II. Pada media ini akan diperoleh 
      individu – 2 tanaman lengkapa dengan akarnya. Waktu yang diperlukan pada MS II berkisar
      3 – 4 bulan.
 
                    (a) split planlets umur 1 bulan dan         (b) plantlets umur 3 bulan               
                                                    Gambar 14. Differensiasi 
   7. Aklimatisasi I
      Yang dimaksud aklimatisasi ialah penanaman individu tanaman yang diperoleh dari MS II 
      ke media tanah (pasir : tanah : BO = 1 : 1 : 1) yang sudah disterilkan dan ditempatkan di  
      green house. Tujuan dari aklimatisasi adalah untuk mengadaptasikan tanaman dari 
      lingkungan steril ke lingkungan alam bebas. Waktu untuk mengadaptasikan tanaman 
      berkisar 1 – 2 bulan. Sebelum diaklimatisasi tanaman dari MS II dipotong daun dan akar, 
      direndam dalam larutan yetin (antiseptik). Setelah ditanam, kemudian disiram dan ditutup, 
       setelah 5 hari tutup dibuka. Perawatan di bedengan antara lain :
      -  Penyiraman → sesuai dengan kondisi tanah setiap harinya.
      -  Pemupukan I → Za dengan dosis 1 sdm untuk 1 gembor
        (2 bedengan) pada umur 7 hst.
     -  Pendangiran → umur 14 hst.
     -  Pemupukan II → Za dengan dosis 2 sdm untuk 1 gembor
        (2 bedengan) pada umur 14 hst.
     -  Pupuk daun  → 15 cc / 1 l air. Pada umur 21 hst.

Gambar 15. Aklimatisasi
           
   8. Penanaman di polibag (aklimatisasi II )
       Dimaksudkan untuk memisahkan masing-masing individu tanaman ke polibag yang telah 
       diisi dengan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk organik, waktu untuk 
       menumbuhkan tanaman sampai dengan siap ditanam di kebun berkisar 2 – 3 bulan.
      1 leng (8m) diperlukan 27 polibag dengan jarak tanam 30 cm.
      1 Ha = 950 leng
       Maka 1 Ha diperlukan 27 x 950 = 25.650 polibag

Gambar 16. Penanaman polibag di kebun
  
b.  Manfaat kultur jaringan
     Dengan berhasilnya teknik kultur jaringan tebu dan diterapkan dalam praktek maka beberapa keuntungan yang diperoleh antara lain :
·        Tumbuhan yang dihasilkan secara genetik adalah sama dengan induknya.
·        Dapat menghasilkan keturunan dalam jumlah yang lebih banyak
1 pucuk → 10 potong ekplant
1 potong → 15 tabung; jika disubkultur dapat menjadi 40 tabung 
1 tabung plantletss → displit bisa menjadi 7 tabung plantletss baru
Maka 1 pucukan dapat menjadi
40 x 7 x 10 = 2800 tabung;
Kontaminasi 10% = maka 2800 – 280 = 2580 tabung; 1 tabung berisi 2 – 3 tanaman.
·        Memuliakan kemampuan produksi bibit yang mengalami tekanan penyakit sistemik.
·        Cepat dari sumber yang terbatas.
·        Bibit yang dihasilkan sehat dan bebas dari penyakit.
·        Dapat dilakukan setiap saat, tidak tergantung musim.
·        Dapat menyediakan bibit dalam lahan yang terbatas
http://mico0355.webs.com/apps/blog/show/14466074-kultur-jaringan-tanaman-tebu